Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-14 21:49:35【Sehat】028 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(56629)
Sebelumnya: Warga Taiwan Berbondong
Selanjutnya: Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
Artikel Terkait
- Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
- Makan Bergizi Gratis dan ujian kepercayaan publik
- Ngak hanya enak, daun melinjo punya segudang manfaat sehat bagi tubuh
- Larangan perdagangan daging anjing, Legislator: Gubernur tepati janji
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Dinkes: Korban keracunan MBG di Tulungagung terus bertambah
- Pengobatan inovatif pasien kanker makin beragam
- Sepekan, sterilisasi dapur MBG hingga radikalisme di game online
- Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
- Pengobatan inovatif pasien kanker makin beragam
Resep Populer
Rekomendasi

BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung

Bupati Banyumas: Gebyar Pendidikan Non

Bangka Tengah bagikan menu MBG bagi 2.717 pelajar

Mendag: TEI 2025 catat 8.045 pembeli dari 130 negara

Warga Taiwan Berbondong

Forum Pangan Dunia 2025 dibuka di Roma, rayakan 80 tahun FAO

BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan

DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting